Catatan Seorang Ibu

Tanda Menjelang Kematian

mati

Tanda-tanda kematian dalam islam

Mati adalah sesuatu yang pasti datangnya kepada semua makhluk hidup apakah itu manusia, hewan maupun tumbuhan sebagaimana Firman Allah dalam surat Al-Imran 185 yang artinya :

“Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Dan sesungguhnya akan disempurnakan pahala kalian pada hari kiamat. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka ia benar-benar telah beruntung. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya”

Berdasarkan ayat di atas seharusnya kita tidak perlu khawatir akan datangnya kematian karena lambat-laun kita pasti akan mendapat giliran, justru yang harus kita khawatirkan adalah apakah kita sudah siap untuk menghadapi kematian tersebut ? bekal apa yang kita bawa untuk menghadapi kematian dan pasca kematian ? Karena bila ajal telah tiba tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat mencegahnya maupun mempercepat datangnya ajal tersebut, hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 34 yang artinya ;

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”

Dalam Al Qur’an banyak ayat yang menjelaskan tentang kematian yang tidak ada satu orangpun dapat lari daripadanya meskipun ia berada dalam bangunan yang kokoh, hal ini dijelaskan dalam beberapa ayat Al Qur’an diantaranya Surat An Nisa ayat 78 yang artinya :

“Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh.”

Dan dalam surat Al Jum’ah ayat 8 yang artinya :

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu.”

Banyak orang yang berusaha menyingkap tabir dibalik kematian dan mempelajari tentang ruh untuk mengetahui kemana ruh setelah meninggalkan jasad, bagaimana kehidupannya apakah masih bergentayangan di dunia sebagaimana pendapat bahwa selama 40 hari setelah kematian sang ruh masih berada disekitar rumah tempat tinggalnya, adanya sosok yang menyerupai orang yang telah wafat dan lain sebagainya hal-hal berbau misteri yang dihembuskan di tengah-tengah masyarakat. Tentunya hal ini bagi sebagian orang yang masih awam pemahannya mengenai hal tersebut akan mudah terpengaruh dan mempercayai cerita takhayul dan dapat menjerumuskan orang kepada kemusrikan.

Mengenai hal ikhwal ruh yang telah keluar dari jasad maupun yang masih berada dalam jasad seseorang Allah SWT telah menjelaskan dalam Al Qur’an surat Al Isra’ ayat 85 yang artinya :

Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.”

Mengenai tanda-tanda datangnya kematian yang dimulai dari 100 hari hingga 1 hari menjelang kematian tidak ada satupun ayat Al Qur’an yang menjelaskan hal tersebut, yang ada hanya sedikit penjelasan pada saat sakaratul maut dimana dalam dijelaskan dalam sebuah Haditsnya yang artinya :

“Rasulullah memasuki rumah Abu Salmah dan menutup mata Abu Salmah kemudian berkata, “Sesungguhnya roh itu apabila tertahan (maksudnya meninggal) maka ia diikuti oleh mata.”

Tanda-tanda kematian menurut ulama

Menurut pandangan sebagian para ulama bahwa tanda kematian itu benar adanya dan nyata.

Hanya keimanan dan ketaqwaan kpd Allah swt.yg membedakan kepekaan kita dalam menerima tanda-tanda kematian yg diisyaratkan Allah swt tersebut.

Dalam riwayat syekh Imam Ghozali menerima isyarat kematiannya dari Allah swt dgn sangat sadar dan tenang.Sehingga beliau mampu mempersiapkan diri keperluannya setelah beliau mati.
Syekh Imam Ghozali menyiapkan sendiri air utk memandikan jenazahnya, kain kafan utk mengkafani jasadnya , hanya disaat ajal sudah benar benar dekat,beliau memanggil sang kakak yaitu Shekh Imam Ahmad Bin Hambal ( Imam Hambali ) Untuk meneruskan kewajibannya setelah beliau meninggal

Dalam riwayat ini jelas terlihat, bahwa Allah swt tak berlaku Dholim pada hamba-Nya.Bila Allah hendak mencabut nyawa HambaNya, pasti Allah akan memberi isyarat sebelumnya.

Supaya hamba tsb dapat mempersiapkan utk menghadapi kematian, segera bertaubat dan memperbanyak Amal.

Namun tanda tanda Kematian tsb hanya diperlihatkan Allah kepada hambanya yg beriman saja.
Kepada hambanya yg tak beriman/kafir, maka Allah langsung memerintahkan malaikat maut utk mencabut nyawa orang kafir tsb, tanpa memberi isyarat sebelumnya

Adapun tanda tanda kematian dirangkum dari berbagai sumber terbagi menjadi tahap :

1. 100 Hari Menjelang Ajal
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Contohnya seperti daging sapi/kambing yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

2. 40 Hari Menjelang Kematian
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyu­t. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

3. 7 Hari Menjelang Ajal
Kejadiannya juga setelah Ashar. Isyaratnya mulai dirasakan pada keadaan fisik, seperti perubahan kebiasaan. Bagi yang diuji dengan sakit mendadak punya selera makan tinggi padahal sedang mengidap penyakit parah. Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu. Atau hal-hal lain yang di luar kebiasaan dan tidak diduga sebagai kebiasaan umum dari orang tersebut.

4. 3 Hari Menjelang Ajal
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

5. 1 Hari Sebelum Kematian
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.

6. Tanda akhir
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian menjalar ke pinggang hingga menyentuh tenggorokan. maka dalam kondisi ini hendaklah kita sering beristighfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering mengucapkan 2 kalimat syahadat.
Di masa sakaratul maut, seseorang disarankan pula untuk terus mengingat dan menyebut Asma Allah. Pikiran harus tetap tenang dan dipusatkan pada Sang Pencipta. Sehingga kematian bisa dialami dengan lebih tenang
Berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih menjadi golongan orang-orang yg beriman sehingga mampu menerima isyarat tanda-tanda kematian dari Allah swt
dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada di akhir dari hidup kita Khusnul Khotimah Amiin ya robbal ‘alamin.

والله أعلم بالصواب

Wallahu A’lam Bish Shawab

(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s